Diikuti 236 Peserta, KPU Kabupaten Indragiri Hilir Sukses Gelar Bedah Buku Implementasi Pilkada Serentak di Indonesia
Tembilahan, 15 Juli 2026 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hilir sukses menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku berjudul “Implementasi Pilkada Serentak di Indonesia: Hukum, Kebijakan, Dinamika, Integritas, dan Teknologi” pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid, yakni luring di Aula Kantor KPU Kabupaten Indragiri Hilir dan daring melalui Zoom Meeting ini mendapat sambutan positif dengan jumlah peserta mencapai 236 orang dari berbagai kalangan. Kegiatan menghadirkan Dr. Samsuddin, S.Sos., M.IP, Rektor Universitas Nurdin Hamzah Jambi sekaligus penulis buku, sebagai narasumber utama. Turut memberikan tanggapan akademik Dr. Muammar Alkadafi, S.Sos., M.Si, Dosen Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska Riau, serta Jamri, S.H., M.H., Dosen Hukum Tata Negara Universitas Islam Indragiri (UNISI). Diskusi dipandu oleh Imam Ardhy, S.IP., M.IP. selaku moderator. Kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta yang terdiri atas penyelenggara pemilu, akademisi, mahasiswa, pegiat kepemiluan, partai politik, serta unsur masyarakat lainnya tampak antusias mengikuti jalannya diskusi sejak awal hingga akhir acara. Berbagai pertanyaan, tanggapan, dan pandangan yang disampaikan peserta menunjukkan tingginya minat terhadap isu-isu penyelenggaraan Pilkada Serentak dan perkembangan demokrasi di Indonesia. Dalam pemaparannya, Dr. Samsuddin mengulas berbagai dimensi penyelenggaraan Pilkada Serentak, mulai dari aspek hukum dan kebijakan, dinamika politik dan kelembagaan, tantangan integritas penyelenggara, hingga pemanfaatan teknologi dalam mendukung proses pemilihan yang semakin efektif, transparan, dan akuntabel. Diskusi yang berkembang turut memperkaya pemahaman peserta mengenai tantangan dan peluang penguatan demokrasi elektoral di Indonesia. Ketua KPU Kabupaten Indragiri Hilir, Syamsul, menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi peserta dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, capaian kehadiran sebanyak 236 peserta menjadi indikator tingginya perhatian publik terhadap isu kepemiluan dan demokrasi. “Partisipasi yang sangat baik ini menunjukkan bahwa ruang-ruang diskusi ilmiah mengenai kepemiluan masih menjadi kebutuhan bersama. KPU tidak hanya memiliki tanggung jawab menyelenggarakan tahapan pemilu dan pemilihan, tetapi juga mendorong tumbuhnya literasi demokrasi melalui kegiatan pendidikan pemilih yang berkelanjutan,” ujar Syamsul. Ia menambahkan bahwa forum bedah buku merupakan sarana strategis untuk mempertemukan perspektif akademik dan praktik penyelenggaraan pemilu sehingga dapat menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap berbagai dinamika demokrasi di Indonesia. Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Indragiri Hilir Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Muhammad Yusuf, menilai kegiatan tersebut berhasil menjadi wadah pertukaran gagasan yang konstruktif antara akademisi, penyelenggara pemilu, mahasiswa, dan masyarakat. “Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir, tetapi juga dari kualitas diskusi yang terbangun. Berbagai pandangan yang muncul menunjukkan adanya semangat bersama untuk terus memperkuat kualitas pemilu dan pemilihan melalui pendekatan ilmiah, evaluatif, dan berbasis pengetahuan,” jelas Muhammad Yusuf. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap aspek hukum, kebijakan, integritas, dan perkembangan teknologi dalam penyelenggaraan pemilu menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan demokrasi di masa mendatang. Suksesnya pelaksanaan kegiatan bedah buku ini semakin menegaskan komitmen KPU Kabupaten Indragiri Hilir dalam mendorong pengembangan literasi kepemiluan, memperluas ruang dialog akademik, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Melalui forum-forum ilmiah yang inklusif dan partisipatif, KPU Kabupaten Indragiri Hilir berharap tercipta pemahaman yang semakin kuat mengenai demokrasi dan kepemiluan guna mewujudkan pemilu dan pemilihan yang demokratis, berintegritas, dan berkualitas.