Dorong Inovasi Pendidikan Pemilih, KPU Inhil Belajar dari Program KPU Riau Mengajar
Pekanbaru, 12 Mei 2026 — Dalam rangka memperkuat program pendidikan pemilih dan meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dalam demokrasi, Anggota KPU Kabupaten Indragiri Hilir Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Muhammad Arif, melaksanakan kunjungan pembelajaran ke Universitas Islam Riau pada Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung proses penyusunan, konsep pelaksanaan, serta implementasi program KPU Riau Mengajar yang merupakan bagian dari kerja sama antara KPU Provinsi Riau dengan Universitas Islam Riau. Program tersebut menjadi salah satu inovasi pendidikan kepemiluan yang melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam membangun literasi demokrasi dan kesadaran politik masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam kunjungan tersebut, Muhammad Arif mempelajari berbagai tahapan pelaksanaan program, mulai dari penyusunan materi pendidikan pemilih, pola koordinasi antara KPU dan pihak kampus, metode penyampaian materi kepada mahasiswa, hingga strategi implementasi program di lingkungan akademik. Menurutnya, keterlibatan kampus dalam pendidikan pemilih menjadi langkah penting untuk menciptakan pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Muhammad Arif menyampaikan bahwa KPU Kabupaten Indragiri Hilir memandang program KPU Riau Mengajar sebagai salah satu model kolaborasi yang positif dan relevan untuk dikembangkan di daerah. Melalui kegiatan ini, KPU Inhil ingin memperoleh pengalaman serta pembelajaran yang dapat menjadi referensi dalam merancang program pendidikan pemilih yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana proses penyusunan dan implementasi program KPU Riau Mengajar ini berjalan. Tentu banyak hal yang dapat dipelajari, baik dari sisi konsep, kerja sama dengan kampus, maupun metode pendidikan pemilih yang diterapkan. Harapannya, pengalaman ini bisa menjadi bahan pembelajaran dan inspirasi bagi KPU Inhil dalam mengembangkan program pendidikan pemilih yang lebih inovatif dan adaptif,” ujar Muhammad Arif.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan pendidikan pemilih tidak dapat dilakukan sendiri oleh penyelenggara pemilu, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan tinggi. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun budaya demokrasi yang sehat melalui peningkatan wawasan kepemiluan dan partisipasi aktif mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.
Selain menjadi sarana pembelajaran, kunjungan tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan dan membuka peluang kolaborasi antara KPU Kabupaten Indragiri Hilir dengan kalangan akademisi dalam mendukung program-program pendidikan kepemiluan di masa mendatang.
Kegiatan berlangsung dengan suasana diskusi dan pembelajaran yang konstruktif. KPU Inhil turut mengamati secara langsung pelaksanaan program serta berdiskusi mengenai berbagai inovasi yang dapat diterapkan dalam pengembangan pendidikan pemilih di Kabupaten Indragiri Hilir guna mewujudkan demokrasi yang lebih partisipatif dan berkualitas.
