Sosialisasi

KPU Inhil Mengajar Jadi Ruang Kolaborasi Pendidikan Demokrasi Bersama Mahasiswa KKN

Tembilahan, 12 Agustus 2026 — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hilir melalui program KPU Inhil Mengajar menghadirkan ruang kolaborasi pendidikan kepemiluan bersama KKN Kelompok 7 Universitas Abdurrab dan KKN Desa Sialang Panjang UIN Suska Riau. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor KPU Kabupaten Indragiri Hilir ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai kelembagaan, penyelenggaraan kepemiluan, serta pentingnya pendidikan demokrasi di tengah masyarakat. Kegiatan turut dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan KKN Kelompok 7 Universitas Abdurrab, Nurul Aiyuda, S.Psi., MA. Dari KPU Inhil, kegiatan diikuti dan didukung Ketua KPU Inhil Syamsul, Anggota KPU Muhammad Arif, Muhammad Yusuf, Mohd. Riza Pahlifi, dan Dedi Irawan, Sekretaris Rini Ambarwati, serta jajaran Kasubbag dan staf sekretariat KPU Inhil. Dalam sesi pengenalan kelembagaan, Ketua KPU Inhil, Syamsul, menjelaskan posisi dan peran KPU sebagai lembaga penyelenggara Pemilu yang memiliki mandat untuk memastikan tahapan Pemilu berjalan sesuai prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Menurutnya, pemahaman terhadap kelembagaan KPU penting bagi mahasiswa agar dapat melihat kepemiluan tidak sekadar sebagai momentum pencoblosan, tetapi sebagai proses demokrasi yang membutuhkan partisipasi dan kesadaran masyarakat. “Pengenalan terhadap lembaga KPU menjadi penting agar mahasiswa memahami bagaimana proses demokrasi dan kepemiluan diselenggarakan secara kelembagaan. Pengetahuan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ketika berinteraksi dan memberikan edukasi kepada masyarakat selama pelaksanaan KKN,” ujar Syamsul. Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan kesekretariatan KPU yang disampaikan Sekretaris KPU Inhil, Rini Ambarwati. Ia menjelaskan bahwa sekretariat memiliki fungsi strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas dan kewenangan KPU melalui dukungan administrasi, keuangan, sumber daya manusia, logistik, serta berbagai kebutuhan teknis kelembagaan. “Sekretariat merupakan bagian penting yang memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan tugas KPU dapat berjalan dengan tertib dan terkoordinasi. Mahasiswa perlu memahami bahwa penyelenggaraan Pemilu tidak hanya berlangsung pada aspek teknis tahapan, tetapi juga membutuhkan dukungan administrasi dan tata kelola kelembagaan yang kuat,” jelas Rini. Selanjutnya, Anggota KPU Inhil sekaligus Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Mohd. Riza Pahlifi, menyampaikan materi mengenai Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Mahasiswa diajak memahami pentingnya data pemilih yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan sebagai salah satu fondasi dalam penyelenggaraan Pemilu. Pembahasan juga diarahkan pada pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi terkait perubahan data kependudukan dan status pemilih. “Data pemilih merupakan salah satu fondasi penting dalam penyelenggaraan Pemilu. Karena itu, pemutakhiran data tidak berhenti setelah suatu tahapan Pemilu selesai, tetapi dilakukan secara berkelanjutan. Mahasiswa dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut dengan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memastikan data pemilih tetap akurat dan mutakhir,” tutur Riza. Sementara itu, Anggota KPU Inhil sekaligus Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Muhammad Arif, membahas Pendidikan Pemilih Berkelanjutan sebagai strategi membangun masyarakat yang memiliki pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan untuk berpartisipasi secara bermakna dalam kehidupan demokrasi. “Pendidikan pemilih berkelanjutan tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan tentang Pemilu, tetapi juga membangun kesadaran kritis agar masyarakat mampu memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara. Mahasiswa KKN memiliki posisi strategis karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat dan dapat menjadi penghubung pengetahuan kepemiluan dengan realitas sosial di lapangan,” ungkap Muhammad Arif. Suasana kegiatan semakin semarak melalui kuis interaktif yang dibawakan Kasubbag Partisipasi, Hubungan Masyarakat dan SDM, Imam Ardhy. Kuis dikemas secara komunikatif untuk menguji pemahaman peserta sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih cair dan menyenangkan. Antusiasme mahasiswa terlihat dari keaktifan peserta dalam menjawab berbagai pertanyaan seputar istilah dan pengetahuan kepemiluan. KPU Inhil Mengajar menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan demokrasi yang kolaboratif, dengan mempertemukan pengetahuan kepemiluan, pengalaman akademik, dan praktik pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi bersama KKN Universitas Abdurrab dan UIN Suska Riau, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami kepemiluan secara konseptual, tetapi juga mampu mengembangkan perspektif kritis, partisipatif, dan edukatif yang dapat diterapkan selama pelaksanaan KKN. Kolaborasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa literasi demokrasi merupakan tanggung jawab bersama. Ketika pengetahuan kepemiluan dipahami, dibagikan, dan diterapkan secara kolaboratif, pendidikan pemilih tidak berhenti di ruang kelas atau forum kegiatan, tetapi dapat tumbuh menjadi praktik demokrasi yang hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat.

KPU Kabupaten Indragiri Hilir Tingkatkan Literasi Demokrasi Pemilih Pemula melalui Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di SMA Negeri 2 Enok

Enok, 5 Agustus 2026 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hilir kembali melaksanakan kegiatan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen meningkatkan literasi demokrasi masyarakat, khususnya bagi kalangan pemilih pemula. Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu (5/8/2026) di Aula SMA Negeri 2 Enok ini diikuti oleh para siswa yang tergabung dalam berbagai organisasi ekstrakurikuler sekolah, seperti OSIS, Duta Literasi, Palang Merah Remaja (PMR), Rohis, Klub Literasi dan Jurnalistik, serta organisasi kesiswaan lainnya. Kegiatan ini menghadirkan Anggota KPU Kabupaten Indragiri Hilir Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Muhammad Arif, serta Anggota KPU Kabupaten Indragiri Hilir Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Muhammad Yusuf, sebagai narasumber. Turut hadir Anggota KPU Kabupaten Indragiri Hilir Divisi Hukum dan Pengawasan, Dedi Irawan, Kasubbag Partisipasi, Hubungan Masyarakat dan SDM Imam Ardhy, beserta jajaran Sekretariat KPU Kabupaten Indragiri Hilir. Kehadiran rombongan KPU Kabupaten Indragiri Hilir disambut hangat oleh Wakil Kepala SMA Negeri 2 Enok, Misbahul Munir, S.Pd., didampingi majelis guru Sri Rezeki Ferlina, S.Pd. Dalam sambutannya, Misbahul Munir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut di SMA Negeri 2 Enok. Menurutnya, pendidikan kepemiluan merupakan bekal penting bagi peserta didik dalam mempersiapkan diri menjadi warga negara yang bertanggung jawab. "Kami mengucapkan terima kasih kepada KPU Kabupaten Indragiri Hilir yang telah memilih SMA Negeri 2 Enok sebagai lokasi pelaksanaan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menambah wawasan peserta didik mengenai demokrasi dan kepemiluan, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, kritis, dan mampu menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih," ujar Misbahul Munir. Pada sesi pertama, Muhammad Arif menyampaikan materi mengenai pentingnya peran pemilih pemula dalam menentukan arah demokrasi Indonesia. Ia menegaskan bahwa generasi muda merupakan kelompok pemilih dengan jumlah yang besar sekaligus memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu di masa mendatang. "Menjadi pemilih pemula bukan sekadar memiliki hak untuk memilih, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menentukan masa depan bangsa. Karena itu, jadilah pemilih yang cerdas dengan mencari informasi yang benar, mengenali rekam jejak peserta pemilu, menolak politik uang, serta menggunakan hak pilih secara sadar dan bertanggung jawab. Demokrasi yang berkualitas lahir dari pemilih yang berintegritas," jelas Muhammad Arif. Sementara itu, pada sesi berikutnya, Muhammad Yusuf mengangkat materi mengenai proses demokrasi yang paling dekat dengan kehidupan pelajar, yaitu pemilihan Ketua OSIS. Menurutnya, pemilihan Ketua OSIS merupakan sarana pembelajaran yang sangat baik untuk memahami prinsip-prinsip dasar demokrasi sebelum nantinya berpartisipasi dalam pemilu. "Pemilihan Ketua OSIS sesungguhnya merupakan laboratorium demokrasi di lingkungan sekolah. Di dalamnya terdapat proses pencalonan, penyampaian visi dan misi, kampanye, hingga pemungutan dan penghitungan suara yang mencerminkan nilai-nilai demokrasi. Oleh karena itu, ikutilah setiap prosesnya dengan jujur, sportif, dan bertanggung jawab, karena pengalaman tersebut akan menjadi bekal ketika kelak menjadi pemilih dalam Pemilu maupun Pemilihan," ungkap Muhammad Yusuf. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta berbagi pandangan mengenai berbagai isu kepemiluan. Antusiasme tersebut semakin terasa melalui sesi kuis interaktif yang dipandu oleh Kasubbag Partisipasi, Hubungan Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Indragiri Hilir, Imam Ardhy. Berbagai pertanyaan seputar demokrasi, kepemiluan, serta materi yang telah disampaikan berhasil menghidupkan suasana. Para peserta berlomba-lomba memberikan jawaban terbaik untuk memperoleh hadiah yang telah disiapkan, sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih menarik, komunikatif, dan menyenangkan. Melalui kegiatan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan ini, KPU Kabupaten Indragiri Hilir berharap dapat menumbuhkan kesadaran politik serta meningkatkan literasi demokrasi di kalangan generasi muda. Pendidikan kepemiluan sejak dini diharapkan mampu membentuk karakter pemilih yang cerdas, kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab, sehingga pada saatnya nanti mereka dapat berpartisipasi aktif dalam setiap penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan sebagai wujud pelaksanaan kedaulatan rakyat.

KPU Kabupaten Indragiri Hilir Gelar Pendidikan Pemilih Berkelanjutan bagi Kelompok Pemilih Marjinal di Desa Sialang Panjang

TEMBILAHAN HULU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hilir terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya demokrasi yang inklusif melalui pelaksanaan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan. Pada Rabu, 29 Juli 2026, KPU Kabupaten Indragiri Hilir menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan bagi Kelompok Pemilih Marjinal/Rentan di Desa Sialang Panjang, Kecamatan Tembilahan Hulu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendidikan pemilih yang dilaksanakan secara berkelanjutan oleh KPU Kabupaten Indragiri Hilir sebagai upaya meningkatkan literasi demokrasi masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, KPU ingin memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok pemilih marjinal dan rentan, memperoleh akses yang setara terhadap informasi kepemiluan serta pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam kehidupan demokrasi. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPU Kabupaten Indragiri Hilir Syamsul, Anggota KPU Kabupaten Indragiri Hilir Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM Muhammad Arif yang sekaligus bertindak sebagai narasumber, Anggota Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi Mohd. Riza Pahlifi, Anggota Divisi Hukum dan Pengawasan Dedi Irawan, Kasubbag Partisipasi, Hubungan Masyarakat dan SDM Imam Ardhy, beserta jajaran Sekretariat KPU Kabupaten Indragiri Hilir. Turut hadir Ketua Bawaslu Kabupaten Indragiri Hilir Rustam, Camat Tembilahan Hulu Denny Sastryanto, S.Sos., M.M., Kapolsek Tembilahan Hulu IPTU Andrianto, S.H., M.H., Kepala Desa Sialang Panjang M. Juber, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau Tahun 2026 yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Indragiri Hilir Syamsul menegaskan bahwa pendidikan pemilih merupakan investasi jangka panjang dalam membangun demokrasi yang berkualitas. Menurutnya, demokrasi tidak hanya diukur dari tingginya tingkat partisipasi masyarakat saat pemungutan suara, tetapi juga dari kualitas pemahaman masyarakat terhadap proses demokrasi itu sendiri. "KPU tidak hanya bertugas menyelenggarakan pemilu dan pemilihan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan pendidikan kepada masyarakat agar semakin memahami hak politiknya. Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga negara, termasuk kelompok pemilih marjinal dan rentan, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh informasi kepemiluan sehingga dapat menggunakan hak pilihnya secara sadar, bebas, dan bertanggung jawab," ujar Syamsul. Ia menambahkan bahwa melalui pendidikan pemilih berkelanjutan, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan maupun praktik-praktik yang dapat merusak kualitas demokrasi. "Demokrasi yang sehat lahir dari pemilih yang cerdas dan kritis. Oleh karena itu, pendidikan pemilih harus terus dilakukan, tidak hanya menjelang pemilu, tetapi menjadi proses yang berkesinambungan agar kesadaran demokrasi tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat," tambahnya. Pada sesi penyampaian materi, Anggota KPU Kabupaten Indragiri Hilir Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM Muhammad Arif mengajak peserta memahami pentingnya menjadi pemilih yang berintegritas serta menjaga nilai-nilai demokrasi dalam setiap penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan. Dalam pemaparannya, Muhammad Arif menjelaskan bahwa hak memilih merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang harus digunakan secara bertanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya mengenali informasi yang benar, menolak politik uang, serta menjaga persatuan meskipun memiliki pilihan politik yang berbeda. "Menjadi pemilih yang cerdas bukan hanya datang ke TPS pada hari pemungutan suara. Pemilih yang cerdas adalah mereka yang aktif mencari informasi, memahami rekam jejak peserta pemilu, menolak politik uang, serta tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun ujaran kebencian. Pilihan boleh berbeda, tetapi persatuan dan kerukunan masyarakat harus tetap kita jaga," jelas Muhammad Arif. Selain itu, ia juga mengajak peserta untuk menjadi agen pendidikan demokrasi di lingkungan masing-masing dengan menyampaikan informasi kepemiluan yang benar kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar. Kepala Desa Sialang Panjang M. Juber menyampaikan apresiasi kepada KPU Kabupaten Indragiri Hilir yang telah memilih Desa Sialang Panjang sebagai lokasi pelaksanaan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan wawasan masyarakat mengenai demokrasi dan kepemiluan. "Kami mengucapkan terima kasih kepada KPU Kabupaten Indragiri Hilir atas kepercayaan menjadikan Desa Sialang Panjang sebagai lokasi kegiatan pendidikan pemilih. Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat agar semakin memahami hak dan tanggung jawab sebagai pemilih serta dapat berpartisipasi secara aktif dalam setiap proses demokrasi," ujar M. Juber. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga kesadaran masyarakat terhadap pentingnya demokrasi dan partisipasi politik semakin meningkat dari waktu ke waktu. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan pandangan yang disampaikan mengenai hak pilih, partisipasi masyarakat, tantangan demokrasi di era digital, hingga pentingnya menjaga kualitas data pemilih. Melalui pelaksanaan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan ini, KPU Kabupaten Indragiri Hilir berharap dapat terus memperluas jangkauan edukasi kepemiluan kepada seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai demokrasi, diharapkan akan lahir pemilih yang semakin cerdas, kritis, mandiri, dan berintegritas, sehingga mampu berkontribusi dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilu dan pemilihan yang demokratis, berintegritas, serta menghasilkan kepemimpinan yang benar-benar mencerminkan kehendak rakyat.

🔊 Putar Suara